DPRD Samarinda

DPRD Samarinda Nilai Kalafest 2026 Dorong Jalur Baru Ekonomi Kaltim

Kliksamarinda.com – Kaltim Halal Festival (Kalafest) 2026 menjadi panggung baru bagi kebangkitan ekonomi rakyat di Kalimantan Timur (Kaltim). Digelar di Islamic Center Samarinda pada Jumat 8 Mei 2026 malam, festival tersebut tak sekadar menghadirkan seremoni ekonomi syariah, tetapi juga membuka jalur baru perputaran ekonomi daerah melalui penguatan UMKM lokal dan industri halal.

Beragam produk unggulan masyarakat dipamerkan dalam Kalafest 2026 tersebut. Mulai dari makanan halal, produk herbal, kain batik, sarung, hingga olahan berbasis tanaman lokal seperti serai dan gaharu tampil sebagai potensi ekonomi baru yang dinilai memiliki nilai jual tinggi jika dikembangkan secara serius.

Anggota Komisi II DPRD Samarinda, Viktor Yuan menilai Kalafest membuktikan bahwa potensi ekonomi lokal Kalimantan Timur sebenarnya sangat besar, namun masih membutuhkan ruang promosi yang lebih luas dan konsisten agar mampu berkembang menjadi kekuatan ekonomi daerah.

“Banyak masyarakat baru tahu ternyata tanaman seperti serai atau gaharu bisa diolah menjadi produk bernilai jual tinggi seperti teh herbal. Artinya potensi ekonomi kita sebenarnya besar, hanya perlu ruang untuk dikenalkan,” ujarnya belum lama ini.

Menurut Viktor, yang dipamerkan dalam festival bukan hanya sekadar produk makanan atau pakaian, tetapi juga kreativitas masyarakat lokal yang selama ini belum mendapatkan akses pasar memadai.

“Yang dipamerkan bukan hanya makanan atau pakaian, tapi juga kreativitas masyarakat lokal. Ini yang harus terus didorong supaya ekonomi rakyat bergerak,” katanya.

Ia menilai pengembangan industri halal menjadi sangat relevan di tengah perubahan struktur ekonomi Kalimantan Timur akibat pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN). Menurutnya, daerah tidak boleh hanya menjadi penonton di tengah masuknya investasi besar tanpa memperkuat fondasi ekonomi masyarakat bawah.

“Kalau bisa kegiatan seperti ini rutin dan diperbesar skalanya. Karena masyarakat jadi tahu produk lokal kita ternyata banyak dan punya kualitas,” tambahnya.

Selain itu, Viktor menjelaskan pentingnya transformasi digital bagi pelaku UMKM. Ia menilai masih banyak usaha kecil di daerah yang menghadapi keterbatasan pemasaran, akses teknologi, hingga kemampuan menjangkau pasar digital yang lebih luas.

“Sekarang tantangannya bukan cuma produksi, tapi bagaimana produk lokal bisa masuk pasar digital dan bersaing,” tegasnya.

Dalam pandangannya, ekonomi syariah kini tidak lagi identik semata dengan simbol keagamaan, tetapi telah berkembang menjadi sektor ekonomi produktif yang mampu mendorong pertumbuhan usaha kecil dan menengah.

Kalafest 2026 pun dinilai menjadi gambaran bagaimana ekonomi syariah perlahan diarahkan sebagai instrumen penguatan ekonomi daerah.

“Di tengah derasnya arus investasi dan perubahan ekonomi nasional, sektor UMKM dan produk halal dianggap dapat menjadi fondasi penting agar pertumbuhan ekonomi tidak hanya bertumpu pada sektor besar, tetapi juga tumbuh dari masyarakat bawah,” ungkapnya.

Ia menegaskan penguatan UMKM lokal menjadi langkah penting agar perputaran ekonomi tidak hanya terkonsentrasi pada kelompok tertentu.

“Kalau masyarakat bawah tidak ikut tumbuh, maka pembangunan hanya akan dirasakan sebagian kelompok saja. Karena itu UMKM harus benar-benar diberi ruang,” ujarnya.

Tak hanya soal industri halal, Viktor juga menyoroti keberadaan gerakan pangan murah dalam rangkaian kegiatan Kalafest. Menurutnya, ketahanan pangan saat ini tidak hanya berbicara soal produksi pertanian, tetapi juga menyangkut keterjangkauan harga dan distribusi kebutuhan masyarakat.

“Ketahanan pangan itu bukan hanya soal menanam. Tapi bagaimana kebutuhan dapur masyarakat bisa terjangkau dan tersedia,” katanya.

Ia berharap festival ekonomi rakyat seperti Kalafest 2026 tidak berhenti sebagai agenda seremonial tahunan semata. Pemerintah daerah diminta menjadikan festival ekonomi halal sebagai bagian dari strategi jangka panjang untuk memperkuat ekonomi lokal berbasis budaya, produk daerah, dan transformasi digital. (Adv)

Penulis: Harpiah AM

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *